Pagi itu, suasana Balai Desa Modelomo tampak ramai namun fokus. Seluruh Tenaga Pendamping Profesional (TPP), mulai dari Tenaga Ahli (TA), Pendamping Desa (PD), hingga Pendamping Lokal Desa (PLD) dari berbagai kecamatan, berkumpul dalam agenda penting: Rapat Koordinasi (Rakor). Rakor ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan forum strategis untuk mengevaluasi capaian, mengidentifikasi tantangan, dan menyelaraskan langkah pendampingan desa di seluruh wilayah Boalemo.
Fokus Utama dan Arahan Kunci
Acara dibuka oleh Tenaga Ahli Kabupaten Boalemo tepatnya Koordinator Kabupaten Boalemo yang memberikan arahan kunci mengenai prioritas pembangunan desa tahun ini. Penekanan utama selalu tertuju pada pemanfaatan Dana Desa yang efektif dan akuntabel, sesuai dengan semangat Permendes dan edaran kementrian pusat.
Isu-isu krusial yang dibahas mencakup:
- BUMDes dan Ketahanan Pangan Desa 20%
- Updata Data BLT dan Upload BNBA
- Penyaluran dan Penyerapan Dana Desa tahun 2025
- Perencanaan Desa Tahun 2026
- Update Data Rembug Stunting
- Musyawarah Desa Khusus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
- Website/Blogspot
- Penanganan Masalah
Para TPP diingatkan kembali bahwa peran mereka adalah sebagai fasilitator dan katalisator, bukan sebagai pelaksana proyek. Keberhasilan mereka diukur dari seberapa mandiri dan berdayanya desa-desa di Boalemo dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunannya sendiri.
Diskusi dan Pemecahan Masalah di Lapangan
Sesi inti Rakor diisi dengan diskusi kelompok dan pemaparan kasus dari lapangan. Para Pendamping Desa dan PLD berbagi pengalaman mereka menghadapi kendala, mulai dari masalah administrasi, dinamika sosial di desa, hingga tantangan dalam integrasi program lintas sektor.
Terjadi pertukaran informasi yang intensif, di mana Tenaga Ahli memberikan solusi teknis dan pendekatan strategis untuk memecahkan masalah. Misalnya, bagaimana mengintegrasikan data Siskeudes dengan data prioritas pembangunan daerah, atau strategi komunikasi efektif untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam Musyawarah Desa. Semangat yang terbangun adalah sinergi dan kolaborasi antar level pendampingan.
Komitmen Bersama untuk Boalemo Maju
Rapat koordinasi diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) yang konkret. Setiap TPP kembali ke wilayah pendampingannya dengan bekal pemahaman baru, semangat yang diperbarui, dan komitmen bersama untuk memastikan bahwa setiap sen Dana Desa digunakan secara tepat sasaran demi terwujudnya desa-desa yang mandiri, sejahtera, dan maju di Kabupaten Boalemo. Rakor ini menjadi tonggak penting dalam menjaga kualitas pendampingan profesional dan memperkuat peran TPP sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan cita-cita pembangunan dari tingkat desa.



0 Komentar