Aula Kantor Desa Piloliyanga mendadak riuh pagi itu. Bukan karena hajatan warga, melainkan karena berkumpulnya para penggerak ekonomi desa—pengurus BUMDes se-Kecamatan Tilamuta. Kami hadir di sana bukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban program, tetapi untuk menjalankan misi penting: On the Job Training (OJT) mengenai Pemeringkatan BUMDes dan Penyusunan Laporan Keuangan.
Mungkin banyak yang bertanya, "Kenapa BUMDes harus diperingkat?". Jawabannya sederhana: agar kita tahu sejauh mana "kesehatan" badan usaha milik desa kita. Dalam sesi OJT ini, kami membedah kriteria-kriteria yang menentukan apakah sebuah BUMDes masuk kategori Perintis, Pemula, atau Maju.
Pemeringkatan ini bukan ajang kompetisi gaya-gayaan, melainkan potret nyata untuk menentukan strategi pembinaan ke depan. BUMDes yang sehat adalah BUMDes yang administrasi dan operasionalnya berjalan beriringan.
Masuk ke materi inti, suasana aula sedikit lebih serius saat layar proyektor menampilkan tabel-tabel keuangan. Kami menyadari bahwa tantangan terbesar pengurus di lapangan seringkali adalah akuntabilitas.
Melalui pendampingan langsung ini, kami menekankan bahwa laporan keuangan adalah "bahasa" bisnis. Tanpa laporan yang transparan, kepercayaan masyarakat dan pemerintah desa bisa goyah. Kami mempraktikkan cara mencatat transaksi hingga menjadi laporan laba rugi yang sederhana namun akurat.
"BUMDes yang hebat tidak hanya pintar mencari untung, tapi juga mahir mempertanggungjawabkan setiap rupiah yang dikelola."
Diskusi mengalir sangat dinamis. Ada tawa saat membahas kendala teknis di lapangan, namun ada juga kerutan kening saat mencoba menyeimbangkan neraca. Namun itulah esensi dari OJT: belajar sambil melakukan.
Kunjungan ke Desa Piloliyanga kali ini memberikan kesan mendalam. Kami melihat semangat yang besar dari para pengurus untuk membawa perubahan bagi ekonomi desa. Semangat ini menjadi bahan bakar bagi kami untuk terus mendampingi mereka hingga tujuan akhir tercapai—BUMDes yang mandiri dan berdaya saing.
Perjalanan hari ini di Kecamatan Tilamuta membuktikan bahwa transformasi desa dimulai dari kerapihan administrasi dan transparansi keuangan. Terima kasih kepada Pemerintah Desa Piloliyanga yang telah memfasilitasi tempat, dan seluruh pengurus BUMDes yang sudah hadir dengan semangat belajar yang luar biasa.
Sampai jumpa di agenda pendampingan berikutnya!
#BUMDesMaju #EkonomiDesa #Tilamuta #Piloliyanga #OJTKeuangan #DesaBisa
Penulis : Ainun Syawal TPP Kecamatan Tilamuta



2 Komentar
Semoga tulisan seperti ini terus hadir sebagai ruang refleksi dan motivasi bagi para pegiat desa, pendamping, dan pemerintah desa untuk terus belajar, berbenah, dan berinovasi demi kemajuan desa.
BalasHapusTrimakasih🙏
Hapus